Quintel Blogger theme

A free Premium Blogger theme.

Senin, 10 Desember 2018

Terlalu Mahal, iPhone Kurang Diminati Di Negara Maju

Sudah tak bisa dimungkiri kalau iPhone adalah produk eksklusif yang memasang banderol cukup mahal. Namun di luar deretan fitur dan spesifikasi yang papan atas, ternyata harga yang mahal ini bisa jadi faktor kegagalan penjualan iPhone di suatu regional.

Dalam laporan terbaru dari The Wall Street Journal, iPhone terbukti kurang sukses di pasar India.
India sendiri merupakan salah satu pasar terbesar pengguna smartphone di dunia, dengan tahun 2018 saja, ada 40 juta orang yang baru pertama kali menggunakan smartphone. Angka ini merupakan angka fantastis bagi sebuah perusahaan untuk merebut pasar.

Sayangnya, WSJ menyebut bahwa 95 persen dari angka tersebut memilih smartphone dengan harga di bawah 500 dollar. Fakta ini membanting Apple dalam pertarungan tersebut dengan merek-merek seperti Xiaomi dan juga OnePlus yang jadi juaranya.

Selama ini memang sudah jadi bagian dari strategi Apple untuk merilis produk papan atas. Strategi ini berjalan mulus di sebagian besar negara, namun tidak semulus itu di negara berkembang.
Ambil contoh di India, keinginan untuk membangun toko fisik Apple Store di negeri Hindustan tersebut terhalang beberapa hal: mulai dari komponen lokal 30 persen hingga prosentase pengguna Apple di India yang masih minim.

Dari laporan WSJ pada Februari lalu, pengguna smartphone dari India atau Asia Tenggara, kini lebih menyukai model yang ditawarkan smartphone besutan negeri Tirai Bambu seperti Xiaomi, serta Oppo dan Vivo.

Smartphone besutan China sendiri memang 'membuang' banderol harga mahal untuk bersaing dengan smartphone yang mengusung titel flagship seperti Apple iPhone XS dan XS Max yang mengusung fitur papan atas.

Meski demikian, karena target pasar yang unik dan beragam, smartphone besutan China ini menawarkan banyak aspek menarik seperti bodi metal yang kuat, baterai dengan ketahanan luar biasa, serta fitur kamera depan selfie yang kini juga banyak disukai.

Hal ini berpengaruh besar ke tumbangnya Apple di negara berkembang, dan data telah membuktikannya. Menurut fitma riset Canalys, di China, saat ini Apple menguasai hanya 8 persen pasar. Angka ini turun dari 13 persen di 2015 lalu.

Di India yang kini jadi pasar smartphone terbesar kedua di dunia setelah China, Apple hanya menguasa 2 persen pasar sejak 2013 lalu, dan angka ini makin menurun jika melihat data dari kuartal terakhir 2017 kemarin.

Di Indonesia, Apple hanya dipakai 1 persen dari pengguna smartphone tanah air. Angka ini anjlok dari 3 persen di 2013 silam. Data serupa juga terlihat di Filipina dan Thailand, serta statis di Malaysia dan Vietnam.

0 komentar:

Posting Komentar